Shorea leprosula Miq.
Meranti Merah / Meranti Jurai
Shorea leprosula Miq. Sebaran Tinggi pohon mencapai 50 m, diameter 100 cm, dan batang bebas cabang 30 m. Pohon berbanir 2,5 m dari permukaan tanah, kulit luar berwarna kelabu atau cokelat dengan tebal sekitar 5 mm. Meranti merah tidak memerlukan tempat tumbuh yang khusus, hidup baik pada berbagai jenis tanah kecuali tanah liat yang berat. … <a href="https://wisatameranti.com/plant/meranti-merah-meranti-jurai/">Continued</a>
Deskripsi Botani
Shorea leprosula Miq.
Sebaran
Tinggi pohon mencapai 50 m, diameter 100 cm, dan batang bebas cabang 30 m. Pohon berbanir 2,5 m dari permukaan tanah, kulit luar berwarna kelabu atau cokelat dengan tebal sekitar 5 mm. Meranti merah tidak memerlukan tempat tumbuh yang khusus, hidup baik pada berbagai jenis tanah kecuali tanah liat yang berat. Tumbuh terpencar, bercampur dengan jenis yang lain pada ketinggian 0-800 m dpl dengan tipe iklim A-D.
Sebaran meliputi Sumatera, Kalimantan, dan Maluku, serta Malaysia dan Brunei.
Morfologi
Klasifikasi ilmiah:
Kingdom : Plantae
Ordo : Theales
Famili : Dipterocarpaceae
Genus : Shorea
Spesies : Shorea leprosula Miq.
Habitus:
Pohon Shorea leprosula dapat mencapai tinggi 60 m, batang bebas cabang sampai 35 m, diameter sampai 175 cm. Tajuk S. leprosula lebar, menyebar, hemispherical, atau berbentuk seperti kembang kol, warna semi tembaga. Batangnya mempunyai kulit luar yang berwarna abu-abu atau coklat, sedikit beralur tidak dalam, mengelupas agak besar-besar dan tebal. Pohonnya berbanir dengan tinggi sampai 3,50 m, lebar 2,50 m, tebal 20 cm. Daun tunggal berbentuk bundar telur hingga jorong, berwarna kuning cokelat di permukaan bawah. Buah bersayap lima yang membantu penyebaran benih melalui angin.
Kegunaan
Meranti merupakan penghasil kayu terutama untuk furnitur, vinir, kayu lapis, kayu pertukangan, bahan pembuatan kapal, peti pengepak mebel, kerangka rumah, dan alat musik. Kayunya memiliki kelas kuat II-IV dan kelas awet III-IV sehingga cukup baik digunakan sebagai kayu pertukangan maupun gergajian. Kayunya juga dikenal anti rayap karena cukup keras sehingga tidak tertembus oleh capitan rayap. Damarnya yang berwarna kuning saat kering dapat dimanfaatkan untuk industri vernis dan cat. Meranti merah termasuk jenis yang tumbuh relatif lebih cepat dibanding jenis Dipterocarpaceae lainnya, sehingga sering diprioritaskan dalam program rehabilitasi hutan.
Informasi Botani
Kebutuhan Air / Kelembaban
Sedang-Tinggi (Suka Lembap)
Cahaya Matahari
Partial Sun ke Full Sun (Intoleran Naungan Saat Dewasa)
Catatan Ekologis & Perawatan
Salah satu spesies pohon kayu keras dari suku Dipterocarpaceae dengan laju pertumbuhan paling cepat (fast-growing dipterocarp). Terdistribusi di hutan hujan dataran rendah hingga perbukitan (0–700 mdpl) di Sumatra, Kalimantan, Malaysia, dan Thailand. Menghasilkan kayu red meranti (meranti merah) bernilai ekonomi tinggi untuk industri bahan bangunan, plywood, dan konstruksi. Memiliki kemampuan pemangkasan alami (self-pruning) dan pembuahan massal (mass fruiting) secara berkala. Secara ekologis berperan penting sebagai penyerap karbon serta menyediakan habitat dan pakan bagi satwa liar. Bibit memerlukan kondisi kelembaban terjaga dan peneduh di awal masa penanaman sebelum siap menerima intensitas cahaya penuh.
Kembali ke daftar untuk melihat berbagai flora unik lainnya di Hutan Meranti.