Kurikulum Penyehatan Kawasan

Edukasi & Modul STBM

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat — Metode akselerasi perilaku hidup higienis melalui pemicuan kesadaran kolektif komunitas wisata.

Pendekatan Metodologis

Mengenal Fondasi STBM

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah strategi nasional penyehatan lingkungan yang menitikberatkan pada penciptaan kondisi sanitasi total melalui penguatan kemandirian masyarakat. Tanpa subsidi material, pendekatan ini memicu rasa tanggung jawab alami warga untuk memutus mata rantai kontaminasi penyakit.

Di lingkungan Wana Wisata Meranti KM. 15, implementasi lima pilar utama STBM diintegrasikan langsung ke dalam manajemen operasional harian. Langkah ini memastikan bahwa setiap zona wisata tidak hanya mempertahankan keasrian hutan primer meranti, namun juga bertindak sebagai percontohan kawasan wisata sehat bebas polutan bagi masyarakat Balikpapan.

Prinsip Mutlak

Lima Pilar Utama STBM

I

Stop Buang Air Besar Sembarangan

Menjamin seluruh kluster pekarangan warga dan area publik memiliki akses penampungan feses yang terisolasi dengan tangki septik standar.

II

Cuci Tangan Pakai Sabun

Menyediakan titik wastafel air mengalir terjadwal guna membersihkan cemaran patogen mikroba sebelum bersentuhan dengan bahan konsumsi.

III

Pengelolaan Air Minum & Makanan

Menerapkan metode penyimpanan logistik tertutup rapat untuk mereduksi risiko hinggapan vektor lalat pembawa bakteri pencernaan.

IV

Pengamanan Sampah Rumah Tangga

Memisahkan pembuangan residu plastik kering dengan zat organik guna menghindari penumpukan gas metana berlebih di tanah.

V

Pengamanan Limbah Cair Domestik

Mengalirkan air sisa cucian detergen ke saluran khusus penyerapan agar tidak meracuni ekosistem perakaran mangrove bawah.

Target Kawasan Sehat

Membangun ekosistem pariwisata Balikpapan yang aman, bebas kontaminasi, serta nyaman dinikmati antar generasi.

Prosedur Lapangan

Panduan Praktis Higienitas

Prosedur Cuci Tangan Higienis

1

Basuh area tangan memakai air bersih mengalir.

2

Gosokkan sabun antiseptik ke seluruh sela jari.

3

Bersihkan punggung telapak secara bergantian.

4

Kancingkan kuku pada telapak untuk pembersihan ujung.

5

Bilas sisa busa mikroba sampai kesat sempurna.

6

Keringkan menggunakan tisu sekali pakai.

Pemisahan Residu Rumah Tangga

1

Sediakan wadah terpisah untuk sisa organik & anorganik.

2

Alokasikan dedaunan pembusukan ke lubang kompos.

3

Kumpulkan kemasan plastik bersih untuk bank sampah.

4

Hindari pembakaran terbuka pembentuk gas beracun.

5

Gunakan kantong kain berulang saat membawa perbekalan.

6

Pastikan wadah sampah tertutup rapat dari serangga.

Parameter Kelayakan Sanitasi

1

Jarak tangki septik minimal 10 meter dari sumur air.

2

Lantai toilet kedap air dan tidak licin tergenang.

3

Tersedia ventilasi sirkulasi udara yang cukup.

4

Bebas dari kontaminasi jentik nyamuk malaria.

5

Suplai air penampungan jernih dan bebas bau.

6

Pemeliharaan dinding dan pipa pembuangan berkala.

Aksi Riil

Aplikasi STBM di Area Wisata

Infrastruktur Mandiri Jamban Sehat

Toilet penunjang wisatawan dibangun dengan sistem pengolahan limbah bawah tanah terpadu guna menjamin nihilnya rembesan tinja ke perairan bebas.

Stasiun Higiene Wastafel Publik

Penempatan bak cuci tangan pedal kaki di sepanjang selasar kayu boardwalk untuk kemudahan dekontaminasi berkala pengunjung.

Sistem Pemilahan Residu Terpadu

Penyediaan tempat sampah terzonasi (organik, anorganik, residu) di setiap radius 50 meter koridor jelajah kanopi hutan.

Papan Informasi Edukasi Ekologis

Pemasangan media grafis edukatif bertema sanitasi lingkungan di titik peristirahatan guna menumbuhkan kesadaran mandiri pelancong.

Bersama Menjaga Alam

Mari Bersama Menjaga
Kemurnian Alam

Kelestarian Wana Wisata Meranti KM. 15 adalah refleksi kepedulian kita bersama. Mari terapkan pilar hidup bersih dari diri sendiri demi masa depan paru-paru kota Balikpapan yang lestari dan berkelanjutan.

Sampaikan Saran & Pengaduan →

Alam Menunggu Anda

Rencanakan kunjungan ke
Wisata Meranti hari ini

Hutan meranti, jembatan kayu sepanjang 1,5 km, dan udara segar Kalimantan Timur menanti. Tiket hanya Rp 5.000.