Shorea stenoptera Burck
Tengkawang
Shorea stenoptera Burck Sebaran Pohon meranti merah (Shorea stenoptera) adalah tumbuhan endemik Kalimantan dan tersebar luas di Kalimantan Barat, sehingga menjadi maskot provinsi ini. Kehati Tumbuhan ini tumbuh secara liar di hutan, mulai dari pinggiran sungai hingga pegunungan. Di Indonesia, tengkawang sebagian besar tersebar di Pulau Kalimantan khususnya Kalimantan Barat dan sebagian kecil di Sumatera. … <a href="https://wisatameranti.com/plant/tengkawang/">Continued</a>
Deskripsi Botani
Shorea stenoptera Burck
Sebaran
Pohon meranti merah (Shorea stenoptera) adalah tumbuhan endemik Kalimantan dan tersebar luas di Kalimantan Barat, sehingga menjadi maskot provinsi ini. Kehati
Tumbuhan ini tumbuh secara liar di hutan, mulai dari pinggiran sungai hingga pegunungan. Di Indonesia, tengkawang sebagian besar tersebar di Pulau Kalimantan khususnya Kalimantan Barat dan sebagian kecil di Sumatera.
Morfologi
Klasifikasi ilmiah:
Kingdom : Plantae
Ordo : Malvales
Famili : Dipterocarpaceae
Genus : Shorea
Spesies : Shorea stenoptera Burck
Habitus:
Batang memiliki tinggi mencapai 30 m dengan garis tengah 60 cm, tegak, lurus, tidak berbanir, permukaan batangnya berwarna abu-abu serta berbercak-bercak. Daun tunggal, tebal, kaku, besar, bulat panjang. Buah berbentuk bundar telur, berbulu tebal, bersayap. Buah umumnya berbentuk bulat atau lonjong dengan kulit berwarna cokelat kemerahan saat matang. Saat pecah, buah ini mengeluarkan biji berwarna putih kekuningan yang mengandung minyak. Pohon tengkawang tidak berbuah setiap tahun, melainkan hanya sekitar 3-4 tahun sekali. Fenomena ini dikenal dengan istilah “mast fruiting”, di mana banyak pohon di hutan berbuah secara bersamaan, menghasilkan panen besar yang langka.
Kegunaan
Biji meranti merah dicari pasar karena mengandung minyak nabati yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai dasar pembuatan makanan, pelumas, farmasi, ataupun kosmetik. Minyak tengkawang dihasilkan dari biji tengkawang yang telah dijemur hingga kering kemudian ditumbuk dan diperas hingga keluar minyaknya. Secara tradisional, minyak tengkawang digunakan untuk memasak, penyedap masakan dan untuk ramuan obat-obatan. Dalam dunia industri, minyak tengkawang digunakan sebagai bahan pengganti lemak cokelat, bahan farmasi dan kosmetika. Pada masa lalu tengkawang juga dipakai dalam pembuatan lilin, sabun, margarin, pelumas dan sebagainya. Suku Dayak di Kalimantan bahkan menganggap tengkawang sebagai “pohon kehidupan” karena hampir seluruh bagiannya memberi manfaat bagi kehidupan.
Informasi Botani
Kebutuhan Air / Kelembaban
Tinggi (Suka Lembap & Lahan Aluvial)
Cahaya Matahari
Partial Sun ke Full Sun (Semi-Naungan Saat Muda)
Catatan Ekologis & Perawatan
Tanaman khas dan maskot flora Provinsi Kalimantan Barat dari suku Dipterocarpaceae. Selain menghasilkan kayu keras kelompok meranti, bijinya (biji tengkawang) bernilai ekonomi sangat tinggi sebagai penghasil lemak nabati alami (mentega tengkawang / illipe butter) untuk industri kosmetik dan makanan. Secara ekologis, berperan penting menjaga kestabilan tanah aluvial tepi sungai serta penyerap karbon. Pembudidayaan bibit memerlukan kelembaban mikro yang terjaga serta peneduh di awal penanaman sebelum siap terpapar matahari penuh.
Kembali ke daftar untuk melihat berbagai flora unik lainnya di Hutan Meranti.